Ada berbagai varian gudeg, antara lain:
- Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang.
- Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.
- Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.
Gudeg adalah salah satunya. Makanan khas Jogjakarta ini berasal dari nangka muda yang dimasak dengan santan.
Gudeg komplit biasanya berisi nasi, kuah santan, ayam kampung, opor
ayam, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Apabila kita pergi ke daerah
Jogjakarta, belum lengkap rasanya kalau belum mencicipi gudeg. Gudeg
pun ada variannya, ada gudeg kering yang disajikan dengan areh kental,
gudeg basah yang disajikan dengan areh encer dan gudeg manggar yang
disajikan dengan areh berwarna putih.
Membuat gudeg memang diperlukan waktu yang lama
tetapi cara pembuatannya pun relatif mudah. Satu buah nangka, ayam yang
telah dipotong – potong dan juga telur rebus. Nangka tersebut direndam
dalam larutan air kapur sirih sekitar 1 jam, cuci dan tiriskan.
Untuk bumbunya, pertama rebus santan
bersama air teh, nangka, ayam, bumbu halus, angkak, lengkuas, daun
salam, gula merah , dan garam, masak sampai agak kering. Masukkan telur
rebus ke dalam bumbu yang telah jadi. Sangat nikmat apabila disajikan
dengan nasi putih panas.
Di Yogyakarta,
gudeg basah dapat ditemukan di sepanjang Jalan Kaliurang kawasan Barek
dan Jalan Adisucipto, atau mbok-mbok penjual gudeg di pasar-pasar
tradisional.Gudeg kering bisa ditemukan di daerah Karang Asem. Gudeg
manggar tidak banyak dijual, tetapi kita masih dapat menemukannya di
beberapa kawasan di daerah Bantul dan juga Warung Makan Mbok Brewok di
Jalan Parangtritis.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gudeg
http://travelistasia.com/gudeg-flavour-of-jogjakarta/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar